natural treatment

Halaman

    Social Items

Kita hidup memang tidak bisa hidup sendiri, kita butuh bantuan orang lain untuk beberapa hal yang tidak bisa lakukan sendiri. Soal teman, sahabat pastilah semua orang di dunia ini punya, ada yang banyak dan ada yang sedikit.


Namun meskipun dalam hidup kita butuh bantuan orang lain, tidak baik rasanya jika kita terlalu menggantungkan atau mengharapkan bantuan orang lain, bahkan meski itu teman dekat atau bahkan saudara. Sebab orang lain tidak bisa selalu ada saat kita butuh.

Boleh Minta Tolong Pada Orang Lain Tapi Jangan Lupa Untuk Minta Tolong Juga Pada Allah, Minta tolonglah pada siapapun yang kamu kenal, namun jangan terlalu berharap lebih.

Dan jangan lupa juga untuk minta tolong pada Allah dalam doa-doamu, karena hanya Allah yang akan selalu ada dan selalu bisa menolongmu.

Pertolongan Allah Itu Nyata, Ia Bisa Mengirimkan Pertolongan-Nya Lewat Orang Asing Yang Tidak Kita Kenal

Minta tolong itu pada Allah baru pada teman-temanmu, sebab pertolongan Allah itu lebih nyata. Ia bisa mengirimkan pertolongannya lewat orang-orang asing yang tidak pernah kita kenal sebelumnya.

Terkadang Teman Kita Hanya Ada Saat Kita Senang Atau Saat Mereka Sedang Butuh Saja

Jangan terlalu berharap pertolongan temanmu, selain belum tentu mereka bisa membantu kita saat butuh, kadang mereka mendekat pada kita karena butuh.

Tidak bisa dipungkiri beberapa orang memang seperti itu, mereka menjadi teman saat butuh lalu menjadi orang asing bagi kita saat mereka tak butuh.

Terlalu Berharap Pertolongan Teman Bisa Membuat Kita Kecewa, Tapi Terlalu Berharap Pada Pertolongan Allah Tak Akan Membuat Kita Kecewa

Terlalu berharap pertolongan teman atau sahabat itu sangat mungkin bisa membuat kita kecewa.

Karena ada sebagian dari mereka enggan menolong kita karena alasan-alasan yang hanya mereka yang mengetahuinya. Namun tidak akan kecewa diri kita, bila kita berharap pertolongan Allah.

Percayalah Walau Pertolongan Allah Terasa Datang “Terlambat” Namun Pertolongan-Nya Adalah Pertolongan Yang Paling Sempurna. Sejatinya pertolongan Allah tidaklah datang terlambat atau datang diakhir, namun di waktu yang tepat.

Hanya saja kadang kita merasa pertolongan Allah itu datang diakhir atau terlambat karena, keingin kita yang inginnya segera ditolong ketika merasa butuh. Padahal, allah tidak segera memberi pertolongan, agar kita bisa belajar, belajar sabar, ikhlas, menunggu dan ingin tahu seberapa yakin kita bahwa pertolongan Allah itu akan datang.

Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]

Jangan lupa like, share dan amalkan ya, semoga bermanfaat untuk kita semua   


Sumber : Humairoh.com

Jangan Mengharap Pertolongan Teman, Karena Mereka Tidak Bisa Selalu Ada Saat Kita Menderita

Jangan terlalu membenci kejadian yang menyakitimu, jangan melulu membenci dia yang telah menyakitimu, sungguh seperti apapun menyakitkannya darinya kamu bisa belajar banyak hal.


Kamu bisa belajar lebih bersabar, lebih ikhlas, dan lebih bijak mengendalikan hati dengan terus belajar memaafkan. Sungguh lewat hal-hal yang menyekitkan itu kamu dapat belajar bagaimana menjadi lebih kuat lagi menjalani hidup.


Tetap Syukuri Segala Hal yang Menyakitkan Hati, Darinya Kamu Bisa Belajar Untuk Lebih Dewasa


Oleh sebab itu, tetap syukuri segala hal yang menyakitkan hatimu, tetap syukuri segala hal yang membuatmu perih, sebab darinya kamu bisa belajar lebih dewasa lagi.

Kamu harus mampu menguasai hatimu agar tidak terus-terusan emosi, sungguh yang kamu alami tak lain memang sudah masuk dalam rencana terbaik-Nya.

Kejadian Menyakitkan yang Datang Kepadamu Tak Lain Adalah Rencana Terbaik-Nya, Maka Ikhlaskan Hati Untuk Menerimanya


Iya, kejadian yang menyakitimu, yang datang tiba-tiba dalam hidupmu tidak lain adalah recana terbaik-Nya, maka kamu harus memapu menerimanya dengan ikhlas.

Jangan terus menerimanya dengan emosi dan ketidak terimaan yang menyala, karena sampai kapanpun kamu tidak akan pernah menemukan ketenangan.

Jangan Berpikir Semua Itu Adalah Musibah, Tapi Anggaplah Sebuah Jalan Untukmu Bisa Belajar Lebih Kuat Menjaga Hati

Jangan pula berpikir semua yang kamu alami adalah musibah, meski benar semua itu seakan sebuah masalah yang besar, tetap saja kamu harus menganggapnya sebuah jalan menuju kebaikan, karena apapun itu pasti berakhir kebaikan.

Anggaplah sebuah jalan untukmu bisa belajar lebih kuat lagi menjaga hati, karena rasa sakit yang datang dari orang lain, atau ketetapan-Nya yang tidak sesuai dengan harapan kita tidak lain hanyalah ujian agar kita lebih baik lagi.

Rasa Sakit Itu Akan Mereda Seiring Berjalannya Waktu, Maka Bersabar dan Teruslah Bersabar


Dan kamu pun harus selalu sadar, rasa sakit itu akan mereda seiring dengan berjalannya waktu, maka bersabar dan teruslah kamu bersabar.

Ketika kamu bersabar, maka pasti Allah akan menghadiahimu sesuatu yang indah, baik, dan luar biasa, yang nantinya akan membuatmu lebih bahagia dan sempurna menjalani hidup.

Jadikan Rasa Sakit yang Kamu Rasakan Pintu Untukmu Lebih Mendekat Kepada Allah


Untuk itu, jadikanlah rasa sakit yang kamu rasakan sebagai pintu untukmu lebih mendekat kepada Allah dalam setiap doa dan sujudmu.

Jadikan perih yang mendera hatimu jembatan untukmu lebih berlama-lama dengan Allah, karena akan semakin banyak hadiah kebahagiaan dan kebaikan nantinya jika kamu terus berpasrah diri kepada Allah dalam rasa sakit yang kamu alami.

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]

Jangan lupa like, share dan amalkan ya, semoga bermanfaat untuk kita semua   


Source: humairoh.com

Lewat Hal-hal yang Menyakitkan Kamu Dapat Belajar Arti Kesabaran dan Keikhlasan

Ingatlah dengan bijaksana, bahwa Allah itu maha segala-galanya, Allah maha sempurna dalam memberikan pembalasan, dan Allah pula maha membolak-balikkan keadaan. Maka jangan sekata-kata pada siapapun, jangan merendahkan dan jangan pula menghina, jika tidak mau hal yang serupa terjadi kepada kita.


Karena setiap tindakan yang keluar dari kita akan kembali pada kita sendiri, terlebih lagi Allah selalu maha adil dalam memberi ganjaran atas apa yang telah kita lakukan.

Jagalah Lisan Untuk Jangan Pernah Berkata Buruk Pada Siapapun, Karena Sangat Mudah Bagi Allah Mentakdirkan Hal Yang Sama Pada Kita

Maka, dimanapun kita berada hendaklah jaga hati untuk jangan pernah menyakiti siapapun, jangan pernah kita berkata buruk dan semacamnya kepada orang lain.

Karena sangatlah mudah bagi Allah untuk mentakdirkan hal yang serupa kepada diri kita, dan sangatlah mudah pula bagi kiya untuk mendapat hal yang serupa tapi lebih menyakitkan.

Bila Kita Tidak Suka Dihina Ataupun Direndahkan, Maka Jangan Pernah Kita Menghina Atau Merendahkan Orang Lain


Intinya mudah sekali mengingat hukum pasti dari Allah tentang balasan dari tindakan yang kita lakukan.

Bila memang kita tidak suka dihina ataupun direndahkan, maka jangan pernah kita menghina atau merendahkan orang lain, baik melalui perkataan atau perbuatan.

Selalu Berkatalah Baik Pada Siapapun, Agar Hal Yang Serupa Juga Bisa Kita Dapatkan Dari Siapapun Dan Dimanapun Kita Berada


Dan sudah sepantasnya kita senantiasa berbuat baik pada siapapun, terlebih dengan ucapan kita, berkatalah yang baik-baik saja, agar hal yang serupa juga bisa kita dapatkan dari siapapun dan dimanapun kita berada.

Kendalikan hati untuk selalu merasa baik, agar berhati-hati menjaga lisanpun bisa dengan mudah kita lakukan, sehingga hanya perkataan yang bermakna yang keluar dari lisan kita.

Pembalasan Allah Sangatlah Nyata Dan Adil, Maka Pastikan Hanya Kebaikan Yang Bisa Kita Lakukan Pada Orang Lain


Ketahuilah, bahwa sesungguhnya pembalasan Allah sangatlah nyata dan adil, bila kita berkata yang menyakitkan kepada orang lain, bisa jadi yang kita dapatkan dari orang lain adalah kata yang lebih menyakitkan.

Maka pastikan hanya kebaikan yang bisa kita lakukan pada orang lain, agar sampai kapanpun kebaikan demi kebaikan selalu menghampiri kita.

Karena Bila Keburukan Yang Kita Lakukan, Tentu Hal Yang Burukpun Akan Menimpa Kita. Sebab Pembalasan Allah Pastilah Sempurna


Karena bila keburukan yang kita lakukan kepada orang lain, dan hanya kedzaliman yang kita persembahkan kepada sesama, maka tentu hal yang burukpun otomatis akan menimpa kita.

Sebab pembalasan Allah pastilah sempurna, dan sangatlah mudah bagi Allah untuk membolak-balikkan keadaan kita. Jadi, teruslah bijakkan hati untuk senantiasa mengendalikan diri, agar tak sembarang bertindak pada siapapun.

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]

Jangan lupa like, share dan amalkan ya, semoga bermanfaat untuk kita semua   


Source: humairoh.com

Jagalah Lisan Untuk Jangan Pernah Berkata Buruk Pada Siapapun, Karena Sangat Mudah Bagi Allah Mentakdirkan Hal Yang Sama Pada Kita



Menjadi seorang ayah dan ibu memanglah tidak mudah, namun harusnya tidak menjadikan hal ini sebagai suatu beban. Seperti kisah ini, karena kekesalan orangtuanya, maka anakpun yang jadi korbanya. Seorang netizen menceritakan pengalamanya.

Selama beberapa hari seperti orang linglung, dimulai jumat sore Auby saya paksa mandi karna sudah sore & rencana mau kirim paket, di kamar mandi dia bilang “Gamau mandi, mau nenen aja mih” tapi terus saja saya paksa mandi sambil saya bentak “DIAM!!”

 Setelah bentakan pertama itu dia cuma bilang “Dede sayang mamih” sambil mengelus-elus pipi saya, saya abaikan gitu aja, gada respon yg menunjukan perhatian/penghargaan atas apa yg sudah auby lakukan.

Setelah beres mandi & saya ajak ke kamar, di kamar pun auby masih bilang “mau nenen aja mih” sambil nangis-nangis, kembali saya bentak “LEBAY!!” Sehabis itu dia diam & tidak menangis, dibawa ayahnya ke ruang tamu sambil nonton tv,

tiba-tiba auby menunduk, ketika dibangunkan tubuhnya udah dingin, kaku & matanya melotot, dgn panik & tangis yg pecah saya peluk auby, saya bawa auby yg belum pake apapun ke RS,

sepanjang jalan saya merasa menyesal, merasa takut, merasa bersalah, rasanya sakit melihat auby seperti itu.

Sepanjang jalan saya hanya bisa istigfar, minta maaf ke auby “Bangun De.. Dede mau nenen yaa gamau mandi?” itu kata-kata yg terus saya ulang, semua bayangan tingkah laku auby bagai roll film yg diputar ulang,



Jadikan Pelajaran, Karena Sering Dibentak orangtua, Anak Ini Tubuhnya Dingin, Kaku dan Linglung

Memiliki sosok pahlawan yang sangat berjasa dalam hidupmu? Punya pengalaman titik balik dalam hidup yang dipengaruhi oleh seseorang? Masing-masing dari kita pasti punya pengalaman tak terlupakan tentang pengaruh seseorang dalam hidup kita.

Seperti pengalaman Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba My Hero, My Inspiration ini.


Oleh: Siska - Depok

Seminggu setelah menikah, aku langsung diboyong pria yang telah menjadi suamiku pergi merantau ke ibu kota. Awalnya tidak mudah bagiku menyesuaikan diri di tempat baru dan orang-orang baru karena kepribadianku yang introver. Untungnya kami tinggal di kawasan kampung Betawi di mana masyarakatnya terkenal baik hati dan ramah pada para perantau.

Suamiku juga selalu berpesan, agar selalu berbuat baik dan menjaga silaturahmi dengan tetangga, karena di rantau ini kami tidak ada keluarga dekat, maka merekalah yang dianggap sebagai keluarga kami. Suamiku berkata benar, ada banyak peristiwa sulit yang aku alami di mana para tetanggaku berperan sebagai penyelamat.

Setelah anak pertamaku lahir, kami kesulitan mencari baby sitter yang bisa dipercaya untuk menjaga bayi kami, padahal waktu cuti melahirkanku akan segera habis. Kami sudah mencari ke mana-mana tetapi masih belum ada yang cocok. Mencari baby sitter memang lebih sulit dibandingkan ART karena tentunya baby sitter harus orang yang telaten menjaga anak dan bisa dipercaya ketika ditinggal berdua saja dengan anak.

Tetangga Menjadi Penyelamat

Di saat kami hampir putus asa dengan sisa cuti melahirkan yang tinggal menghitung hari, tetangga sebelah rumah menawarkan diri untuk membantu. Beliau memang ibu rumah tangga dan kedua anaknya sudah bersekolah, jadi memiliki waktu luang hingga menjelang sore. Suamiku yang sudah tinggal di kawasan kampung Betawi ini sejak kuliah dulu tentunya sudah mengenal baik beliau. Beliau memang sudah terkenal baik dan menyukai anak-anak serta sabar ketika berhadapan dengan anak-anak. Aku pun setuju. Pada saat itu aku benar-benar bersyukur dan merasa beliau adalah seorang penyelamat.

Di lain waktu, aku dibuat panik dan bingung ketika anak keduaku tiba-tiba demam tinggi. Saat itu aku di rumah hanya bersama anak-anak karena kebetulan suami sedang dinas di luar kota. Aku ingin segera ke rumah sakit tapi hari sudah malam dan tidak ada kendaraan. Di tengah kepanikanku, tetangga depan rumah datang menghampiri mungkin karena mendengar suara ribut-ribut di rumah. Singkat cerita, tetanggaku menawarkan untuk mengantar ke RS terdekat. Alhamdulillah, si adek segera cepat ditangani meskipun diharuskan dirawat di RS. Selama beberapa hari di RS, para tetangga sangat banyak membantuku. Mulai dari membawakan barang-barang kebutuhan menginap di RS hingga menjenguk dan menemaniku di RS sampai suamiku kembali dari tugas dinasnya.

Ini hanya sedikit cerita dari my neighbors are my heroes. Ada banyak lagi kejadian di mana aku merasa terselamatkan oleh kebaikan tetangga. Sungguh pun kami hidup di rantau tanpa keluarga kandung, tetangga-tetanggaku ini sudah layaknya seperti keluarga sendiri. Ingatlah selalu untuk berbuat baik dan saling bantu dengan tetangga, karena merekalah penyelamat yang paling dekat dan paling cepat untuk membantu di saat sulit.


Berbuat Baiklah Pada Tetangga, sebab Mereka Penyelamat Terdekat Kita


 Harta, dalam pandangan orang-orang tertentu harta nampak menjadi segalanya dalam kehidupannya yang terkadang membuat ia lupa bahwa masih banyak hal lainnya yang lebih berharga daripada harta ataupun kekuasaan.

Banyak dari kita yang mengorbankan persaudaraan hanya demi harta yang bahkan bukanlah kunci dari kebahagiaan bagi kehidupan kita.


Jangan bairkan hubungan persaudaraan kita memudar hanya karena harta dunia.

Hakikatnya Persaudaraan Jauh Lebih Penting dan Tidak Bisa Ditukar Dengan Harta Ataupun Kekuasaan

Jangan biarkan hidup kita dibutakan oleh kekuasaan dunia, harta berlimpah namun menjadi buta dalam segala hal.

Hakikatnya persaudaraan adalah separuh bagian terpenting dalam kehidupan kita yang tidak bisa ditukar dengan harta ataupun kekuasaan dan jauh lebih penting dari segalanya.

Jangan Biarkan Memudar, Persaudaraan Tingkatnya Jauh Diatas Harta yang Sifatnya Bisa Hilang Seketika

Tidaklah baik jika terlalu berambisi untuk menjadi penguasa namun menjadi lupa pada hal yang benar-benar tidak bisa dihilangkan dari kehidupan kita.

Persaudaraan tingkatnya jauh diatas harta, sedang harta hanyalah kepemilikan dunia yang bisa hilang dengan seketika, tetapi saudara adalah bagian terpenting yang harus selalu kita jaga dan jangan sampai ikatan persaudaraan kita menjadi pudar hanya karena urusan dunia.

Saudara Tidak Bisa Dikorbankan Demi Apapun Apalagi Karena Harta dan Kekuasaan Semata

Jangan sampai kita menjadi lupa diri dan buta hati hanya karena harta dunia, karena terkadang hartamembuat kita acuh taak acuh pada saudara ataupun keluarga yang lainnya sedangkan saudara jangan sampai menjadi korban hanya karena harta dan kekuasaan semata atau bahkan demi apapun.

Harta Bukanlah Kunci Dari Segala Kehidupan, Tapi Persaudaraan Adalah Harta yang Sesungguhnya

Harta bukanlah kunci kebahagiaan dala hidup kita, tapi persaudaraan juga menjadi kunci kebahagiaan hidup kita yang benar-benar harus diaga kerukunannya sebab saudara dan keluarga adalah harta yang sesungguhnya.

Genggam Erat Persaudaraan Kita Agar Sama-sama Tahu dan Menyadari Bahwa Saudara Adalah Segalanya

Saudara adalah harta yang harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya, karena saudara adalah tempat istirahat paling nyaman baik dalam keadaan suka ataupun duka.

Genggam erat persaudaraan kita jangan sampai orang lain mengusiknya apalagi hanya karena harta, kita harus sama-sama tahu dan sadar bahwa saudara adalah segalanya.


Jangan Biarkan Persaudaraan Kita Pudar Hanya Karena Harta yang Bahkan Bukanlah Kunci Kebahagiaan


 Selalu ingatkanlah pada hati kita untuk jangan pernah berlaku sembarangan tehadap orang lain, terlebih saat kita Tuhan beri nikmat yang luar biasa, karena tidak sedikit orang yang ketika diberi kesempatan hidup enak malah berlaku sebaliknya. Kita harus selalu sadar, bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, kenikmatan yang kita miliki saat ini hanyalah pinjaman dari Tuhan, maka dengan terus mengingat demikian insyaallah kita tidak akan pernah sembarangan menjalani hidup. Satu hal yang harus selalu kita ingat, malaikat maut datang bertamu tidak pernah mengetuk pintu rumah, maka kurang-kurangi jahat kepada orang lain, sebab bisa jadi kita kembali kepada Tuhan sebelum meminta maaf kepada mereka yang kita sakiti hatinya.


Berusahalah Untuk Senantiasa Baik Sama Orang Lain, Meski Benar Orang Tersebut Telah Lebih Dulu Jahatin Kita


Lantas siapapun kita saat ini, apapun jabatan yang kita miliki, seberapa banyak ilmu yang melekat dalam diri kita, jangan membuat kita jumawa dan angkuh di hadapan sesama. Berusahalah untuk selalu merendahkan hati, berusahalah untuk senantiasa baik kepada siapapun, meski benar orang tersebut telah lebih dulu jahatin kita.

Jangan Berlaku Hal yang Sama, Sungguh Balasan Tuhan Tidak Pernah Terlewatkan Sedikitpun

Jangan pernah kita berlaku hal yang sama kepada siapapun yang telah nyakitin kita, meski benar di dalam hati yang dasar kita begitu sangat ingin membalasnya. Sungguh Tuhan tidak pernah melewatkan suatu balasan meskipun itu hanya sedikit saja, karena Tuhan maha adil dan maha sempurna dalam memberi balasan pada setiap yang dilakukan hamba-hamba-Nya.

Perbaiki Diri Kita Dengan Terus Memperbaiki Hati, Karena Jika Hati Telah Baik Insyaallah Semua Tindakan Kita Akan Baik

Jadi perbaiki diri kita dengan terus memperbaiki hati kita, jangan biarkan rasa jumawa dan sombong menyelinap ke dalamnya, karena hati adalah pangkal dari setiap tindakan kita. Jika hati telah baik maka insyaTuhan semua tindakan yang keluar dalam diri kita, ntah itu berupa sifat atau pun perilaku akan tetap terjaga dengan baik.

Sungguh Nyawa yang Masih Ada Dalam Diri Kita Hanya Sebatas Pinjaman, Maka Jangan Pernah Lupa Untuk Selalu Mencari Ridho-Nya

Oleh sebab itu, sangat penting sekali mengingat tujuan hidup kita, mengingat kapan kita akan kembali kepada-Nya, karena sesungguhnya nyawa yang masih ada dalam kiri kita hanya sebatas pinjaman semata. Ntah besok, lusa, atau pun nanti ia akan kembali kepada pemilik-Nya, maka jangan pernah lupa untuk selalu mencari ridho-Nya dengan terus berlaku baik kepada siapapun di dunia ini.

Kita Hanya Singgah Sementara di Dunia Ini, Karena Tujuan Kita Hidup yang Sesungguhnya Adalah di Akhirat

Ingatlah sekali lagi, kita hanya singgah sementara di dunia ini, karena tujuan kita hidup yang sesungguhnya adalah di akhirat kelak. Dan tentang perbuatan baik yang selalu Tuhan anjurkan, itulah bekal kita untuk sampai pada tujuan kita dengan selamat. Lantas jangan pernah merasa aman tatkala Tuhan masih memberikan kita kenikmatan luar biasa, umur yang panjang, dan menjauhkan kita dari kata sulit, sebab bisa jadi semua itu adalah ujian untuk kita. Jangan terkecoh kepada hal indah yang Tuhan anugerahkan, tetap rendah hati dan senanglah berbuat baik, agar kita selalu selamat baik di dunia mau pun di akhirat kelak.

Sumber : humairoh.com

Kita Hidup di Dunia Hanya Sebentar Saja, Jadi Kurang-kurangi Nyakitin Orang Lain!

Subscribe Our Newsletter